Tugas Pengetahuan Teknologi dan New Media 2
Nama : Muhammad Riza Jamalul Akbar
NPM : 50420910
Kelas : 2IA03
Tools-tools yang digunakan oleh Industri Digital Cinema:
Production:
1. IMAX(kamera)
Kamera ini terkenal karena mahal dengan kualitasnya yang tinggi. Salah satu kelebihan kamera ini karena ukuran sensornya lebih besar dar kamera lain mencapai 70mm dan resolusinya mencapai 18K. Hal ini membuat kamera IMAX lebih special dibanding kamera lain. Meskipun kita sebagai audience tidak bisa merasakan secara langsung. Gambar yang dihasilkan setelah post edit konon separasi, dynamic range, detail, dll lebih baik dari lawan mainnya.
IMAX sendiri bukanlah pemain baru, film pertama dengan format 70mm adalah Fox Grandeur tahun 1929. Dalam beberapa kesempatan, kamera IMAX juga dipakai oleh NASA untuk dokumentasi diluar angkasa. Salah satu lawan iMAX yang sepadan dari segi ukuran sensor adalah Ultra Panavision 70mm yang dihidupkan lagi oleh Quentin Tarantino dalam fil The Hatefull Eight. Akan tetapi meskipun Ultra Panavision menggunakan sensor 70mm, formatnya adalah widescreen.
sumber : https://eps-production.com/5-kamera-sinema-yang-sering-digunakan-untuk-pembuatan-film-hollywood/
2. Celtx

Aplikasi ini digunakan untuk membuat naskah dan budgeting, scheduling, dan lain lain.
3. Cadrage: Director’s Viewfinder
Aplikasi ini penting sekali untuk dimiliki sutradara dan penata kamera. Cadrage memungkinkan untuk mensimulasikan framing berdasarkan kamera dan lensa yang digunakan. Sebagai contoh, jika kamu menggunakan kamera Alexa Mini dan lensa 35mm, kamu tinggal membuka aplikasi ini dan memilih kamera dan lensa yang sesuai, maka aplikasi ini akan segera mensimulasikannya.
sumber : https://studioantelope.com/14-aplikasi-untuk-membuat-film-yang-perlu-kalian-miliki/
post production :
1. Adobe Premiere Pro / Final Cut Pro
Adobe Premiere Pro mungkin adalah aplikasi editing yang paling sering digunakan. Interfacenya yang bersahabat dan mudah digunakan, ditambah fitur-fitur canggih lainnya, membuat aplikasi ini digandrungi, baik bagi pemula maupun profesional. Selain Adobe Premiere Pro, aplikasi yang juga sering digunakan adalah Final Cut Pro. Fitur yang disediakan oleh Final Cut sebetulnya juga mirip dengan Adobe Premiere Pro.
2. Adobe After Effects
Online editing adalah proses dimana film kamu diberikan sentuhan akhir. Online editing meliputi koreksi warna, penambahan warna, dan tak ketinggalan digital imaging. Tak jarang dalam footage yang kamu rekam, kamu menemukan hal-hal yang tak kamu inginkan, misalnya kabel yang melintang di belakang, lalu langit yang terlalu flat, atau merek-merek yang menganggu. Nah, Adobe After Effect adalah aplikasi yang tepat untuk melakukan itu semua. Proses ini juga sering disebut rotoscoping.
Selain untuk menghapus, Adobe After Effect juga sering digunakan untuk menambahkan efek-efek visual tambahan. Misalnya, kamu ingin menambahkan api kebakaran, atau efek asap, dsb. Nah, dengan After Effect, kamu bisa menambahkan itu semua dalam film kamu.
3. DaVinci Resolve
Aplikasi DaVinci Resolve merupakan aplikasi color correction dan color grading yang paling sering digunakan. Ada banyak fitur yang membuat aplikasi ini sangat digandrungi, antara lain fitur tracking, yang membuatmu dapat menyeleksi warna dalam satu tititk tertentu dengan sangat mudah. Saat ini DaVinci menyediakan aplikasi ini secara gratis, dengan nama DaVinci Lite. Tentu saja fitur versi Lite tak selengkap versi Pro.
Komentar
Posting Komentar